“Isra’ Miraj 1447: Makna Spritual dan Refleksi Bentengi Siswa-siswi SMK Negeri 6 Padang dari Pergaulan Bebas dan Perilaku Negatif“

 Laporan : Yuhermita, S.Si

 

Padang- Dalam Rangka memperingari Hari Besar Islam Warga SMK Negeri 6 Padang melaksanakan dengan hikmat di Raya Sumatera Barat  atau Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang dihadiri oleh siswa,guru dan tendik pada hari Senin  tanggal 19/1/26

 

Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Dalam peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah shalat lima waktu dari Allah SWT ‘Isra’ sendiri merupakan peristiwa yang menceritakan perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Sementara miraj’ merupakan perjalanan Rasulullah SAW dari Bumi menuju langit ke-6 untuk menerima perintah Allah SWT.

 

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan dilanjutkan dengan kata Pemberian kata sambutan dari Wakasis Rifda Hayati, M.Pd  Acara yang menghadirkan Ustadz Fajrul Huda, S.ag menyampaikan beberapa hiklmah diantaranya: Makna Isra Miraj adalah mukjizat perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra) lalu naik ke langit hingga Sidratul Muntaha (Miraj), yang membawa perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT, menegaskan keimanan, ketaatan, dan menjadi pedoman pentingnya ibadah harian serta visi hidup berlandaskan nilai ketuhanan, mengajarkan keteguhan dalam menghadapi cobaan, dan tanda kebesaran Allah SWT. 

 

Makna Utama Perintah Salat: Menerima perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT, menegaskan salat sebagai ibadah utama yang tak terwakilkan.

Keimanan dan Ketaatan: Pengujian dan penguatan iman serta ketakwaan, menunjukkan bahwa dengan iman, manusia dapat melampaui batas duniawi.

Tanda Kebesaran Allah: Menunjukkan kekuasaan Allah SWT yang Maha Kuasa dan menolong hamba-Nya yang taat, serta memperlihatkan tanda-tanda keagungan-Nya di alam semesta.  

Momentum Isra Miraj mengajarkan beberapa hikmah penting bagi umat Muslim:

  1. Salat sebagai jembatan spiritual: Setiap ibadah shalat adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat kesabaran serta keikhlasan.
  2. Keimanan melampaui logika: Dimensi spiritual tidak selalu bisa dijelaskan secara rasional, tetapi dirasakan dengan hati yang bersih.

Pertolongan Allah hadir tepat waktu: Perjalanan Nabi Muhammad SAW menunjukkan bahwa kesulitan akan selalu diikuti kemudahan bagi hamba yang berserah diri. (Web-SMK6Padang).